Jika kita membuat suatu furniture, ada suatu proses yang disebut proses finishing.
Apa sih Proses Finishing itu??
Finishing memilki makna yang sangat penting dalam setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Perkataan finishing dapat diartikan dengan pengertian penyelesaian akhir suatu benda. Wujud dan hasil akhir dari suatu pekerjaan finishing akan selalu bersentuhan dengan kehidupan manusia sebagai pengguna /pemakai dari benda tersebut.
Secara umum pengertian finishing adalah suatu proses pelapisan akhir pada permukaan benda. Finishing untuk benda berbahan dasar kayu (wood finish) seperti yang dibahas dalam modul ini sangat beraneka ragam jenisnya dan cara aplikasinyapun sangat berbeda-beda juga.
Mengapa harus di finishing ??
Sangat banyak alasan mengapa suatu pekerjaan furnitur harus difinishing.Secara umum orang akan menjawab supaya indah. Banyak orang melaksanakan pengecatan/finishing suatu benda dengan maksud supaya indah tanpa memperhatikan fungsi lain dari bahan finishing itu sendiri yaitu sebagai proteksi.
1. Tujuan Dekoratif (memperindah).
Tidaklah heran bahwa penampilan dan keanggunan suatu perabot sangat di pengaruhi hasil dari suatu finishing, termasuk sifat dan jenis bahan yang dipakai serta pemilihan warna yang tepat, karena manusia pada dasarnya memiliki naluri estetik yangsangat tinggi.. Pertimbangan lain untuk memilih dan menentukan pewarnaan adalah untuk membentuk pencahayaan, baik cahaya alami maupun cahaya artifisial atau cahaya buatan seperti lampu misalnya.
Kesimpulan dari uraian diatas adalah, finishing bertujuan untuk memperindah dan untuk meningkatkan nilai baik nilai estetik maupun nilai jual barang (furnitur) itu sendiri.
2. Tujuan Proteksi
A. Proteksi terhadap air
Air merupakan musuh tersembunyi dari suatu lapisan cat (Coating) pada permukaan kayu baik dalam bentuk cairan maupun dalam bentuk uap. Kelembaban dapat meningkatkan berbagai bentuk kerusakan seperti:
- Karat ataupun bentuk-bentuk kurosi yang lain .
- Terbentuknya larutan yang kurosif terhadap cat itu sendiri.
- Pengelupasan permukaan finishing.
- Pelapukan kayu (Deteriorasi).
B. Proteksi terhadap serangga maupun jamur.
Serangga maupun rayap yang bersarang dalam kayu akan tetap beraktifitas walaupun kayu tersebut telah diawetkan karena proses pengawetan tidaklah 100% mematikan penyakit penyakit kayu. Waluapun kayu telah proses dalam bentuk perabot rumah tangga penyakit penyakit sering bermunculan. Tetapi tidaklah semua jenis kayu yang disukai rayap maupun serangga tergantung jenis kayunya.
C. Proteksi terhadap kotoran /debu
Sangat sedikit orang memperhatikan hal ini, sepele kelihatannya tetapi dampaknya besar. Perabot yang dipakai dalam segala aktivtitas kita sehari-hari mengakibatkan perabot tersebut kotor atau berdebu. Perabot memerlukan pemeliharaan setiap hari yaitu membersihkan kotoran maupun debu yang menempel pada perabot tersebut.
Baiklah sekian sedikit uraian diatas. Semoga Bermanfaat.



0 Comments